I LOVE ISLAM

“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu agar diberi ilmu yang manfaat, rezeki yang luas, dan amalan yang diterima.” (H.R. Ahmad, Ibnu Syaibah, dan Ibnu Majah)


"Barang siapa yang akhirat menjadi harapannya, Allah akan menjadikan rasa cukup di dalam hatinya serta mempersatukannya, & dunia akan datang kepadanya dlm keadaan patuh & hina. Tetapi siapa yang dunia menjadi harapannya, Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya serta mencerai-beraikannya, & dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sekedar apa yang telah ditetapkan baginya". {Hadits Riwayat Tirmidzi}


Semoga Allah meridhoi apa yang saya lakukan untuk menambah ilmu dan menyebarkan ilmu yang di dapat.


tulisan ini diambil dari berbagai sumber.


Minggu, 05 Desember 2010

Doa untuk menghadapi / terlepas dari Kesulitan

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang

Ya Allah Puji dan syukur hanya untuk-Mu, harapan dan kemurahan hanya pada-MU.
Dan Engkaulah benar-benarTuhan kami
Dan kami adalah hamba-hamba-Mu
Dan Engkaulah yang patut menjadi Tuhan kami

Ya Allah wahai yang memudahkan sesuatu yang susah
wahai yang menyambung sesuatu yang retak
wahai yang menemani sesuatu yang sendiri
wahai yang menyenangkan sesuatu yang sedih
wahai yang memberi kekuatan pada yang lemah
wahai yang memberi keamanan pada yang ketakutan
mudahkanlah pada kami ya…Allah segala yang susah
karena memudahkan yang susah bagimu ya..Allah sangatlah mudah

Ya Allah wahai yang tidak memerlukan penjelasan dan rincian
keinginan-keinginan kami sangatlah banyak pada-Mu
dan Engkaupun tau tentang itu dan Engkaupun melihat

Ya Allah aku takut pada-Mu
dan aku takut pada orang-orang yang takut pada-Mu
dan akupun takut pada orang-orang yang tidak takut pada-MU

Ya Allah demi orang-orang yang takut pada-MU
dan demi kehormatan Sayyidina Muhammad Saww
hentikanlah kejahatan orang-orang yang tidak takut pada-MU
dan lindungilah aku dalam naungan-MU yang tak terbatas
juga kasihilah aku dalam kekuasaan-MU
Janganlah aku dijerumuskan pada mara bahaya
Karena Engkaulah satu-satunya harapanku

Atas rahmat-Mu wahai yang maha pemurah, serta sholawat dan salam pada Nabi Muhammad Saww yang membawa berita bahagia dan peringatan, juga petunjuk jalan yang terang, sholawat dan salam buat keluarga Nabi Saww yang suci dan bersih dari dosa.

Segala puji hanya bagimu Tuhan pencipta alam.

Sumber http://www.facebook.com/photo.php?pid=30578662&id=1401474950

WAS WAS

AWAS WAS-WAS


Seseorang di majlisku beberapa hari yang lalu bertanya tentang was-was dan cara untuk menyembuhkannya. Yang dia maksud dengan waswas adalah adanya bisikan2 di saat dia melaksanakan sebuah ibadah. Bisikan itu mengatakan bahwa apa yang dilakukan tidaklah sempurna atau malah tidak sah atau membuatnya ragu apakah dia sudah melakukannnya atau belum? misalnya disaat dia telah hampir selesai berwudhu dia ragu-ragu apakah wudhunya itu sudah diawali dengan niat atau belum, dan untuk meyakinkan dirinya, seringkali dia mengulang kembali wudhunya sehingga untuk sekedar berwudhu dia membutuhkan waktu berpuluh menit lamanya, demikian katanya..
Saya menjawab pertanyaan tersebut dengan menukil jawaban dari beberapa ulama. Saya juga ingat bahwa beberapa teman di pondok pesantren dulu banyak yang terganggu dengan penyakit ini dan tentu saja mengganggu orang lain pula. Lebih daripada itu penyakit satu ini obatnya tidak akan ditemu di apotik padahal membiarkannya berlarut menjadikan was-was semakin menguasai hati seseorang. Jadi kiranya perlu untuk saya tuliskan metode pengobatannya disini hingga jika ada diantara saudara-saudaraku yang membacanya merasa terkena penyakit ini dia tahu bagaimana menghadapinya, dan bagi yang lain diharapkan bisa belajar untuk mencegahnya. Bukankah mencegah itu lebih baik daripada mengobati ??
Baiklah, Untuk mulai membahas hal ini, kita akan memulai dengan pertanyaan:
Apakah sebenarnya was-was itu ?
Was-was adalah bisikan syeitan, dia berharap dengan bisikan tersebut orang jadi malas melakukan ibadah atau malah justru meninggalkannya.
Ibnu Abbas RA berkata : “ Was-was adalah penyakit orang mukmin.”
Yang dari ucapan beliau kita bisa menyimpulkan 2 hal :
1- Hanya orang mukmin yang bisa terkena penyakit ini, maka jika engkau mulai diganggu dengan bisikan2 tersebut jangan larut dalam kesedihan apalagi putus asa. justru bolehlah sedikit berbangga sebab artinya engkau adalah seorang mukmin. karena tentunya orang yang tidak ada iman di hatinya tidak akan peduli terhadap keabsahan ibadah apalagi kesempurnaannya.

2- Was-was itu penyakit dan selayak penyakit apapun bentuknya ia harus diobati, betul bahwa ia adalah tanda keimanan tapi membiarkannya merusak ibadahmu menjadikan keimananmu tidak meningkat2 akhirnya.

Bagaimana mengobatinya ??
Allah SWT berfirman dalam surat annas
( katakanlah aku berlindung kepada Tuhannya manusia (1) pencipta manusia (2) pemelihara manusia (3) dari kejahatan bisikan syeitan yang suka bersembunyi (4) dia berbisik dalam dada manusia (5) dari golongan jin dan manusia (6) )
Dari ayat diatas kita bisa menyimpulkan bahwa was-was itu dari syeitan dan imam ghozali dalam minhajnya mengatakan beberapa teori untuk menghadapi kejahatan syeitan :
1- Lawan, jangan dengarkan apalagi ikuti.

Jika syeitan mengatakan bahwa kita belum takbir katakan padanya saya sudah melakukannya. jika dia mengatakan engkau belum berniat katakan padanya niat itu tempatnya di hati dan tak ada yang tahu isi hati kita kecuali Allah, jika dia mengatakan pakaian kita kena najis katakan padanya aku tidak melihat ataupun menciumnya dan kita lebih percaya kepada mata dan hidung kita daripada kepadanya. Sebab syeitan meski terdengar semanis apapun bisikannya tak ada tujuan baginya kecuali menyesatkan.

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam haditsnya :
“ Tatkala seseorang diantara kalian tengah duduk dalam sholat, Syeitan seringkali meniup bagian bawah tubuhnya ( seolah ada yang angin yang keluar darinya ), apabila terjadi yang demikian maka janganlah keluar dari sholatnya kecuali jika telah benar2 mencium baunya atau mendengar suaranya “
Cobalah baca cerita yang saya nukil dari kitab i’anatut tholibin susunan Abu bakar Syato di bab thoharoh di bawah ini :

“ suatu ketika seseorang datang kepada seorang alim ulama pakar tata bahasa arab yaitu imam ibnu malik, dia berkata padanya :

“ wahai imam, aku dengar bahwa seseorang tatkala pengetahuannya terhadap satu bidang ilmu telah seperti lautan berarti dia telah menguasai seluruh bidang ilmu yang lainnya, apakah itu benar ?

Ibnu malik menjawab : “ya, memang begitulah adanya, sebab ilmu itu saling berkait antara satu dengan lainnya.”

Penanya : “ Engkau adalah seseorang yang pengetahuan agama dari segi tata bahasa arabnya telah kau kuasai dengan benar aku akan bertanya padamu tentang ilmu fiqih, selama ini aku di saat berwudhu seringkali merasa ragu-ragu apakah aku telah niat, atau membasuh muka sehingga aku mengulang wudhuku kembali, dan ketika aku sholat aku seringkali ragu apakah aku sudah takbirotul ihram tadi atau apakah aku sudah membaca surat Alfatihah ?? sehingga aku mengulang kembali sholatku bahkan sampai berkali2. Menurutmu apa yang harus aku lakukan ??”

Imam ibnu malik : “Jadi engkau membasuh muka, membasuh tangan, mengusap kepala kemudian kamu merasa bahwa kamu belum membasuh muka ??, atau kamu sholat, takbir, membaca fatihah, ruku’ dan seterusnya kemudian di waktu sujud kamu merasa sepertinya kamu belum membaca surat fatihah ? “

Penanya : “ kira2 begitu.”

Imam ibnu malik : “ kalau begitu kamu boleh meninggalkan wudhu dan sholat, ia tidak wajib lagi atasmu. ”

Penanya : “ kenapa bisa begitu, imam ??.”

Imam ibnu malik : “ Ya, sebab orang yang sudah takbir tapi merasa belum takbir, sudah berwudhu tapi merasa belum membasuh muka itu adalah orang yang tidak waras dan orang gila tidak lagi diwajibkan melakukan sholat.”

Penanya : “ ???????....... ”

sejak saat itu dia tidak pernah lagi mengikuti was-wasnya sebab dia tidak mau menjadi gila.


2- Ikutilah pendapat ulama yang berpendapat ringan dalam masalah tersebut.

Jika was-was yang dialami adalah dalam permasalahan fiqih seperti wudhu, sholat, puasa dan lainnya maka sebaiknya dia mengikuti pendapat yang ringan dalam masalah tersebut. Sebab was-was yang merupakan penyakit hati pengobatannya sama dengan penyakit badan. Ia membutuhkan sesuatu yang berlawanan dengan yang dia alami. Orang yang kena panas tinggi diobati dengan didinginkan badannya, dan yang kena kurang darah diberi suplemen penambah darah untuk menstabilkannya. Maka, jika seseorang was-was dalam masalah niat misalnya dia bisa mengikuti pendapat Imam Abu Hanifah yang mengatakan bahwa niat itu tidak wajib, dan mengingat pendapat yang berat dalam suatu permasalahan fiqih sama saja dengan menambahkan gula di makanan orang yang mengidap dibetes.

cobalah baca kisah yang pernah diceritakan guru saya dibawah ini :

Datang seseorang kepada seorang alim ulama terkemuka pada zamannya yaitu Habib Abdurrahman Al masyhur mufti hadromaut sekaligus pengarang kitab bughyatul mustarsyidin, dia mengadu kepada beliau atas penyakit was-wasnya terhadap najis yang sudah sangat mengganggu sehingga membuatnya selalu mengganti pakaian setiap akan mengerjakan sholat karena merasa bahwa pakaian yang dikenakannya berkemungkinan terkena najis, dan karena ada kemungkinan najis itu juga mengenai badannya dia memutuskan untuk mandi sebelum wudhunya.
Habib Abdurrahman tidak menjawab keluhannya akan tetapi mengajaknya menuju masjid tatkala adzan berkumandang, beliau hanya menanyakan tentang satu hal :
“ Kamu yakin bahwa saya adalah gurumu yang tidak akan memutuskan sesuatu kecuali dengan panduan ilmu ??”
Orang itupun mengangguk dengan pasti.
Di tengah perjalanan mereka, mereka mendapati seekor kambing yang sedang mengeluarkan kotoran, orang itupun berusaha menjauh sebisa mungkin, akan tetapi sang Guru justru menghentikan langkah dan malah menyuruhnya untuk mengambil kotoran tersebut dengan tangannya dan meletakkannya di saku baju yang tengah dia kenakan. Seraya berkata :

“ Ada di antara ulama yang bermadzhab syafi’ie yang mengatakan bahwa kotoran dari binatang ternak yang boleh dimakan dagingnya adalah suci “

Orang itu menuruti ucapan gurunya meletakkan kotoran di sakunya dan berangkat sholat dengan pakaian tersebut. Sejak hari itu sembuhlah penyakit was wasnya.

3- Mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan syeitan.

Sebab hanya Dialah sumber kekuatan kita, dan tatkala hati kita mengingatNya itu adalah senjata terbesar untuk kita mengalahkan musuh manapun.
Nabi Muhammad SAW mengatakan tentang tafsir dari surat annas ayat 4
( Dari kejahatan bisikan syeitan yang suka bersembunyi (4) ):
Syeitan bersembunyi tatkala seseorang mengingat Allah SWT dan dia akan menguasai tatkala orang tersebut lupa kepada Allah SWT.

Maka setiap was-was itu datang konsentrasikan pikiranmu mengingat Allah dan mohonlah agar Dia menjagamu dari godaan syeitan. kemudian lihatlah bahwa bisikan-bisikan itu akan berkurang.

Jika tiga hal di atas ini selalu kau lakukan setiap kali was-wasmu datang akan ada waktu dimana was-was hanya akan menjadi masa lalu.
Sehingga barangkali kalau nanti ada seseorang bertanya kepadamu : “ Pernah kena was-was ??. “
Kamu akan berkata : “ Sudah lupa tuh... “