Dengan beristighfar, kita berupaya menyalakan kembali kesadaran akan kebutuhan kita kepada Allah, mendekatkan diri kepada-Nya, menghilangkan jarak antara kita dengan-Nya. Sehingga Allah hadir dalam kehidupan kita, baik disaat suka maupun duka, lapang maupun sempit, karena sesulit apapun masalah kita, Allah selalu membukakan pintu-pintu solusi bagi para Ahli Istighfar. Bukankah Nabi Junjungan kita Muhammad saw telah bersabda :
مَنْ أَكْثَرَ اْلإِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلّ هَمٍّ فَرَجًا, وَمِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا, ورَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ
"Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah menjadikan bahagia untuk setiap kesedihannya, memberinya kelapangan dalam tiap kesempitannya, dan Allah akan mengaruniainya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka".
ISTIGHFAR
RAJANYA ISTIGHFAR
Di dalam kitab Shohih Bukhori disebutkan bahwa istighfar berikut diberi julukan sebagai sayyidul Istighfar atau rajanya Istighfar yang langsung dinamai oleh Nabi saw. Sendiri.
Istighfar artinya memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan, dan tiada seorang pun manusia yang luput dari dosa dan kesalahan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk beristighfar sebanyak mungkin setiap harinya.
Banyak hadits yang menceritakan tentang keutamaan istighfar. Berikut aku kutipkan rajanya istighfar yang faedahnya disebutkan oleh hadits sebagai berikut :
Barang siapa yang membacanya dengan hati yang sungguh-sungguh, lalu meninggal dunia di hari itu sebelum petang hari, maka diampunilah segala dosanya.
Barang siapa yang membacanya dengan hati yang sungguh-sungguh di malam hari, kemudian sebelum pagi hari dia meninggal dunia, maka diampunilah segala dosa-dosanya, dan dia termasuk ahli syurga.
Sayyidul Istighfar yang dimaksud adalah bacaan sebagai berikut :
Alloohumma anta robbi laa ilaaha illa anta. Kholaq tanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’ dika masta tho’tu ‘a’uu dzu bika min syarri maa shona’tu abu-ulaka bi ni’matika ‘alai ya wa-abuu- u bi dzam bii faghfirlii fa innahuu laa yaghfirudz dzunuu ba illa anta
Artinya :
Ya Alloh, Engkau adalah pemelihara ku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba Mu, dan aku berada pada janji dan ancaman Mu menurut kesanggupanku. Aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan apa yang telah kuperbuat, dan aku mengakui semua nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui (pula) dosa-dosaku (kepada Mu), maka berikanlah ampunan yang berlimpah bagiku, karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa itu selain Engkau sendiri.
Kamis, 10 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar